9/06/2013

Infinite times Infinite (the end)

I thought that I am a perfect lover. The fact is I’m not. I hurt the person I love the most. This is my fault I know. I’m so childish he said. I act like a kid he said. I don’t know where’s the part when I’m acting like a kid but he just hate it. This is my fault I know. I can’t act like the other girls and I’m just not his type. I took wrong decisions. I hurt him. I don’t know if this is right or wrong but I didn’t think being a little bit longer with him could save either me or him. I know this is hard for him, but this is hard for me either. Being with a guy whose so nice but his friends didn’t like me is terrible. It is the problem of feelings. I can’t imagine how they could talk anything about me that might change his feelings for me. I can’t stand seeing they keep making fun about him and his ex like I wasn’t there, like I can’t hear them. It hurts me a lot. It overthink-ed me. He didn’t like always be the first to talk. If he only knew that no girls wanna be the first to start the conversation. Well… at least I’ve tried to talk to him to clear the problem we had, int the end. I hope it changes the way he thinks about me. I may look so strong but I’m broken inside. I may laugh each day at school like nothing bad happened but I cried myself to sleep every night because I know, I know I lost someone I cared the most and I can’t have him back anymore. I know a big part of me is missing and I don’t know when will I found it again. Everything I do reminds me of him. I keep thinking about him like every day and night. I talk about him –how he is so nice to me, how he makes me feel special, how I love him to die—like at every conversation I have with my best friends. I’m so into him and still into him. Feeling that way is killing me. I have to move on they said. But who will I move to? No one makes me feel like the way I feel when I’m with him. I know someday I will find the one I will marry, but it’s not now, isn’t it? I am stuck in this fail fairytale. I have to move on I know. But it’s a little bit too hard. But one thing scares me the most. I’m scared he will find another girl. I’m scared that he will love another girl and totally forget me. At least, if he really will do it, wait for me till I’m ready. Just don’t break my heart to the tiniest pieces because I don’t think I can fix it anymore. I know I should be happy if he found his happiness and trust me I WILL. But well umm it would take a long time. But HEY! Be happy, A. Thank you for everything. Don’t ever think I never love you, or I can’t love you for the way you are, or I regret the times I spent with you. NEVER! I love you. So much. Like… I love you infinite times infinite. You are my first love and I wish you know it. We can still be friends, right? Haha. Okay. Bye. This is the end of the post.

-ngarep dibaca-

7/14/2013

From Toothache, I Learned

Saya tumbuh dari keluarga yang keras. Sejak kecil saya diajar untuk jadi anak yang punya cara pandang tegas dan mandiri. Oleh Papa, saya diajar untuk jadi anak yang pintar dan selalu menonjol. Kepercayaan diri saya diasah sampe tajam. Keberanian saya untuk bicara di depan umum dibentuk sejak kecil. Saya diajar untuk disiplin membagi waktu antara bermain dan belajar. Dikejar dengan kursus ini kursus itu. Ditekan dengan tuntutan prestasi yang harus saya capai di sekolah. Sampai membuat ekspektasi mereka terhadap saya menjadi sangat tinggi.

Yang mereka tidak tahu saya ini punya kelemahan. Yang mereka tidak tahu saya seperti anak-anak SMA di luar sana.

Saya tumbuh seperti yang mereka harapkan. Saya mewujudkan sebagian besar dari impian mereka terhadap saya sampai sejauh ini. Tapi saya sadar semakin saya mengikuti dan mewujudkan keinginan mereka, semakin besar pula ekspektasi mereka.

Dari kecil saya paling takut sama Papa. Nggak jarang saya dimarahin untuk hal-hal sepele. Saya sering dibentak sampe nangis kalo lagi belajar pas SD. Diteriakin kalo bikin Papa nggak seneng. Dipukul kalo dianggap melanggar aturan. Saya hormat sama Papa saya. Saya menghargai Papa. Dan saya takut sama Papa. Waktu SD saya hobi banget ngemil. Makan yang manis-manis, yang akhirnya bikin saya sering sakit gigi. Papa marah banget kalo saya atau adik saya sakit gigi. Papa selalu bilang beliau nggak datang dari keluarga yang mampu. Dan kalo dulu Papa punya banyak uang dan bisa memperbaiki giginya yang rusak, Papa akan lakukan itu sebelum terlambat kayak sekarang. Dan Papa selalu bilang dia nggak mau anak-anaknya nyesel dan akhirnya harus ngabisin duit banyak-banyak untuk gigi yang sebenernya bisa dicegah sejak kecil. Waktu itu saya pernah kena sakit gigi dan... namanya juga sakit gigi. Nggak ada yang nggak sakit banget. Waktu itu udah hampir jam 7 malam dan Papa akan sampe di rumah nggak lama lagi. Mama lagi masak makan malam dan tau saya sakit gigi. Saya nangis ke Mama dan mohon-mohon supaya nggak bilang ke Papa. Mama setuju. Selama makan malam saya nggak bisa lupa gimana merananya saya karena sakit gigi itu. Selesai makan malam saya ngurung di kamar nangis sejadi-jadinya karena gigi saya sakit banget. In the end, Papa akhirnya tahu. Saya dibawa ke dokter gigi, dan selesai. Sejak saat itu saya tobat. Nggak mau makan yang bisa bikin sakit gigi. Hasilnya? Sejak kelas 4 SD saya udah nggak pernah sakit gigi. Sakit gigi nggak enak. Dan saya bersyukur untuk yang sudah Papa ajarkan.

Nyakitin emang kalo Papa marah. Sekarang saya udah gede. Kalo saya salah nggak dipukul lagi kayak dulu. Tapi diceramahin. And you will never want to be me kalo Papa udah duduk dan marahin saya atau adik saya. The words you never expect will came out of his mouth, will came. Saya suka nyesel kenapa harus dibesarkan sekeras ini. Tapi, mengingat cerita sakit gigi itu, saya selalu bersyukur dan mengerti bahwa Papa selalu punya maksud mulia untuk hidup saya. Dan saya nggak akan pernah berhenti meningkatkan ekspektasi mereka. Saya akan terus bikin harapan-harapan mereka tercapai. I will make them proud of a daughter named Yurike Natasha Kaunang.

6/29/2013

True Lady

Beberapa tahun yang lalu waktu SMP, saya diajak Mama buat bantuin masak. Awalnya sih saya nggak mau. Apalagi waktu itu liburan, masih pagi pula. Mending saya duduk manis depan tivi nonton Avatar. Tapi karena dipaksa dan diancam (nggak dikasih jajan selama liburan), saya akhirnya mau. Di dapur, kerjaan saya sebenernya nggak berat. Paling cuma ngupas-ngupasin bawang merah terus dipotong-potong, bersihin cabe, ngulek cabe dan kawan-kawan bakal dijadiin saos, motong-motongin sayur, goreng ikan, dan lain-lain yang masih berskala easy sampe medium kalo kata Tap Tap Revenge 4. Tapi karena jarang banget masak (bahkan mungkin nggak pernah), jadi hal-hal yang saya kerjain itu rasanya berat banget. Mama akhirnya ngomong gini ke saya: "Aduh kasiang Yurike. Jadi anak perempuan itu musti tau momasa. Biar ngana jadi Presiden ley, tetap namanya wanita itu musti mo sontong dapur." Translate-an-nya: "Yurike, jadi anak perempuan itu harus bisa masak. Biarpun kamu jadi Presiden, tetap yang namanya wanita harus nyentuh dapur."

  
Saat itu, sebagai anak ababil yang 64h0L eAa qAqA saya nggak ngambil pusing omongan Mama meskipun saya akui itu sedikit nusuk dan tertanam dalam hati dan pikiran saya #eaaaa. Dan bener aja sih. Setiap kali saya harus berurusan dengan yang namanya "masak-masakan" atau "dapur", saya pasti bingung harus ngapain dulu. Kadang saya juga suka malu sama temen-temen yang lincah banget kalo lagi di dapur. Saya sendiri bisanya cuma masak mie instan, goreng telor dadar sama mata sapi, bikin nasi goreng (itupun yang ala kadarnya banget), goreng ikan (kadang suka gosong atau hancur), bikin saos (ngulek maksudnya), dan masak aer. Istilah-istilah alat bahan dapur juga saya masih kurang ngerti. Kadang suka disuruh mama ngambil apa gitu di dapur, saya bengong dulu nanti dikasih tau bentuknya atau ciri-cirinya yang laen baru ngerti.

Hayoloooh~
Tapi sekarang, makin gede saya ngerasa envy sama cewek-cewek yang kalo kita lagi ada acara terus harus masak-masak gitu yang kepake tuh yang bisa masak doang. Pernah waktu itu saya liburan sama temen-temen sekelas waktu SMP. Saya ngeliat mereka asik banget di dapur. Pengen gabung gitu bantu-bantu eh malah disuruh nunggu aja. Katanya yang nggak biasa di dapur nggak usah sok-sokan ikut masak, nanti bukannya cepet selesai malah nggak kelar-kelar gara-gara kerjanya dua kali. Parah banget nggak sih? Ada lagi nih temen saya di sekolah waktu itu jualan bronis buatannya dia sendiri. Katanya baru belajar masak kue. Padahal temen saya itu nggak ada tipe rumahan sama sekali. Tapi bisa gitu bikin kue. #sirik

Dan tibalah saya di malam itu. Waktu itu saya lagi skype-an sama A. Iya, kita skype-an. Iya, rumah kita nggak jauh-jauh amat. Iya, kita kurang kerjaan. Tapi ya gimana lagi. Orang dua-duanya sibuk sama urusan masing-masing, ketemu dua minggu sekali udah paling ada kali. LANJUT! Kita lagi ngobrol.... terus tiba-tiba dia nanya saya bisa masak apa enggak. DARN! Saya jawab aja iya, tapi ya gitu. Jawabannya nggak jelas antara iya apa enggak. Malu? Jelas. Saya udah berasa kayak cewek paling nggak banget di galaksi Bima Sakti. Karena nggak tau harus ngomong apa jadi saya cuma senyum-senyum aja biar cepet pindah topik. Akhirnya dia nutup topik itu dengan ngomong "Belajar masak dong". Uuuh.

Ini akhirnya saya omongin ke temen-temen. Well, at least waktu bicarain itu saya nemuin yang lebih parah dari saya hihihi. Dan kata mereka jadi cewek itu emang harus bisa masak. Biar nanti suaminya nggak nyari makan di luar mulu. Sebanyak-banyaknya pembantu di rumah yang bisa masakin tiap hari, sekalipun pembantunya chef hotel bintang 5, seorang suami pasti mau ngerasain makanan buatan istrinya. Which is saya setuju banget.

  
As a lady, saya tau saya payah banget kalo urusan dapur. Padahal kak Diana Rikasari aja seneng masak. And I don't know if this is true but people say cooking brings another sense of joy. Berkreasi dengan makanan mungkin emang seru. I never try it before but I want to. Saya ingin nunjukin kalo saya pantas dibilang perempuan. Dan sekaligus nunjukin ke adek saya kalo saya juga bisa jago di dapur (fyi, adek saya cowok dan mungkin lincahan dia kalo masak). And also, I want to show A that I could be like what he wants me to be hihihi. Karena saya tau, apapun kerjaan saya nanti pas udah gede, sesibuk apapun saya, sesukses apapun saya, dimanapun, kapanpun, I will need to cook. Well, masak itu penting, kan? Mau bikin calon mertua suka sama kita harus bisa masak. Mau nyenengin suami juga harus bisa masak because that's what a True Lady needs.

Picture Sources:
http://www.guardian.co.uk/lifeandstyle/2011/dec/02/chefs-favourite-kitchen-gadgets-equipment
http://www.moneyandshit.com/health-guru-vs-cook/ 
http://adamik01.wordpress.com/

6/26/2013

What Happened In The Last 2 Months?

Hi! It's June already. Yes. June. Apa yang terjadi dengan komitmen saya mau rajin nulis, Ya Tuhan... Tapi ya begitulah. Selama dua bulan terakhir ini kesibukan sebagai anak SMA berasa banget. Banyak yang harus diurus kemaren mulai dari tugas-tugas sampe Ujian Kenaikan Kelas. But..... *pheeewwww* thank God it's all over. Now say hi to h-o-l-i-d-a-y. Well let's just say "holiday" for I don't even have plans or vacation or something to cheer up my day, EXCEPT, Star World of course. Hihihi.

Tanggal 3 Juni kemarin hari pertama untuk Ujian Kenaikan Kelas yang berlangsung selama seminggu tapi jadinya seminggu lebih karena ketunda hari Kamis libur terus hari Sabtunya ada Car Free Day yang waktu itu diisi dengan Jalan Sehat bareng beberapa sekolah.

Seminggu terakhir melabeli hari-hari terakhir saya sebagai anak kelas 11. Sebentar lagi jadi anak kelas ujian yang harus siap sama semua les dan extra time di sekolah demi dapet NEM bagus pas lulus SMA nanti. Sibuk, sih. But I enjoyed every seconds of that time. I know it's not gonna happen again when I grow older. The stress and laughs of being a high school student I know it's gonna be the sweetest memories when I become an adult. The stress of being a college girl is different so does a worker woman.

Nggak kerasa juga ternyata udah setahun saya belajar bareng orang-orang yang EXTREMELY new. Buat saya, tahun ini adalah tahun paling beda dari tahun-tahun sebelumnya. Waktu di SMP dulu, selama 3 tahun saya belajar sama orang yang itu-itu aja. Kelas saya nggak pernah di-shuffle. Lanjut ke SMA, saya masih sekelas sama sebagian besar orang yang setipe sama saya. We have like one soul. Kalo di SMP semua anak di kelas itu sejiwa karena udah 3 tahun kita belajar di lingkup yang sama selama 10 jam tiap hari, kalo kelas 1 SMA itu sedikit beda. Banyak yang setipe tapi banyak juga yang emang punya hidup yang tipenya bertolak belakang dengan saya. Jadinya, di kelas 1 SMA saya punya temen-temen yang... sekali lagi saya harus bilang, SEJIWA. Meskipun nggak semua anak di kelas kayak gitu. Semuanya berubah ketika saya masuk kelas 11. I met a total new people. Most of them nggak punya tipe dan jiwa yang sama kayak saya dan temen-temen saya sebelumnya.

Saya udah mikir dari awal saya akan susah banget adaptasi di kelas. Karena orang-orang yang deket emang bener-bener deket sama saya itu cuma 2 orang. It drives me crazy. Saya udah nyerah dari awal karena saya rasa nggak bakal bisa menciptakan hubungan yang harmonis kayak sama temen-temen saya sebelumnya. Dan itu terbukti. Sampai semester 1 selesai, saya bener-bener belum enjoy berada di kelas itu. Semuanya flat and exhausting. Saya udah nyoba buat ngasikin diri tapi teteeeep aja ada sesuatu yang bilang kalo "No, you guys have different souls".

But everything has changed. Makin kesini akhirnya saya mulai asik ngobrol sama beberapa orang. Saya rasa saya nyambung aja gabung sama mereka. There are some people I really really love to hang-out with. Not just hanging out together but they're very nice. They shared secrets and I told them secrets and they had good responses. Yeap sometimes I feel like we are kinda gossip girls but I just love these girls. Hmm... Nevertheless, this world have positives and negatives. And yes. I like some people in there but I also have those who just SO cannot connect with me. I don't know why. Maybe it's because they're just so like to be in their group or maybe because I'm just so annoying. I don't have any idea about it.

Sekarang saya bener-bener harus end up with everything in 11th grade. Sekalipun kata mereka kelas 12 nanti orang-orangnya sama aja kayak kelas 11, I think I should leave every negative impressions in 11th grade. I should start a very new kind of friendship. Saya nggak mau berada dalam satu zone yang bikin saya nggak nyaman berada di kelas since this is my last year. Saya pikir saya akan memulai dengan menjadi seseorang yang baru. Yang bisa fit setiap situasi yang ada. And not being so annoying anymore (since some people said so). Hahah beberapa orang emang bilang saya itu nyebelin. I SO KNOW IT. They chose me as their chairman and a lot of troubles come upon me and I got stressed out. When I found those people in my class can not work with me, I got mad and I feel like "SCREW YOU!" but then Yessy or Thia calm me down and I forgot everything. That's what I always do. As a chairman. As a probably most annoying person in class hahah. 

I really gonna miss my VIERLESS (XI IPA 4). They gave me new lessons. Thanks guys. I really hope we can meet again at 12th grade and I hope I can be a better friend for you guys all :)

LANJUT!
Selama dua bulan ini saya juga ikut Katekisasi. Sebagai orang Kristen, ikut Katekisasi itu wajib sebelum diteguhkan menjadi anggota Sidi Jemaat. Anggota Sidi Jemaat itu adalah anggota jemaat yang sudah dewasa dalam iman. Proses pendewasaannya itu dipelajari melalui Katekisasi. Nah, kalo sudah jadi anggota Sidi Jemaat, kita bisa melakukan banyak hal yang belum bisa dilakukan oleh jemaat yang belum diteguhkan di Sidi. Misalnya; ikut Perjamuan Kudus dengan makan roti dan minum anggur, menjadi orang tua baptis, memilih pelayan khusus jemaat, dipilih sebagai pelayan khusus jemaat, dan lain-lain.

Tanggal 16 Juni adalah hari saya diteguhkan menjadi anggota Sidi Jemaat bersama 53 orang lainnya. I'm so happy knowing this is what Jesus wants from me. Dan sebagai anggota sidi jemaat, saya akan berusaha untuk melakukan tugas panggilan Kristus dengan sebaik-baiknya seperti yang sudah saya ikrarkan di gereja :)


Berjanji di hadapan Tuhan
Bareng Pendeta yang meneguhkan

Bareng mama, adek, papa
FRIEEENDSSS
Bareng orang tua baptis saya :))
With A :)
Saya yang mana hayoooooo

And I am so thankful for what has just happen in my life :)

5/01/2013

Endless Blessings

It's the first day on Maaaaay! Oh my God April just feels so long, so tiring, so stressing, so crazy, but yet it was a verrrrrry awesome month I've been ever passed through.

So, seperti yang udah pernah saya bilang di post sebelumnya, selama bulan April saya akan sangat sibuk sekali berkaitan dengan lomba-lomba yang cukup menguras tenaga, pikiran, dan waktu.

Let's review what I've been through last month...

Jadi bulan April adalah bulannya lomba Siswa Teladan. Iya, saya ikut lomba siswa teladan. Sebenernya kami bersepuluh udah ditrain sama kakak-kakak kelas sejak awal tahun. Tapi namanya juga anak SMA. Sejauh apapun persiapannya, tetep aja detik-detik terakhir menuju lomba adalah hari paling ribet. Banyak yang belom sepenuhnya siap. Banyak yang karya tulisnya belum jadi, hasta karyanya belom kepikiran, berkas ini-itu belum diberesin... pokoknya bikin stres deh.

Klimaks dari semua persiapan kami tuh hari Senin tanggal 22 April. Waktu itu guru pembina kami, Ibu Blessy, sudah mengamanatkan untuk kumpul di sekolah jam 8 pagi untuk perampungan berkas. Tapi karena banyak yang belum selesai dan takut ngomong ke Ibu Blessy, akhirnya semua pada ngumpul di rumah saya dan berusaha secepat kilat menyelesaikan hal-hal yang harus kami selesaikan. Time goes by, nggak kerasa ternyata udah jam 11 siang. Kami bukan ngaret lagi. Tapi karetnya putus kali heheh.

Temen saya, sang ketua OSIS @PerchyRefaldy yang lagi sibuk sama sesuatu di depan komputer saya tiba-tiba nerima telepon dari nomor yang nggak dikenal. Kira-kira percakapannya gini:
Unknown: Halo? Halo? Perchy?
Perchy: Iyo, ini sapa?
Unknown: Ini Acha.
Perchy: Oh, kyapa Cha? (translate: kenapa Cha?)
Acha: Perchy, Ibu Blessy bilang kalo lima menit lagi ngoni belum disini, urus sandiri jo kata tu berkas. (translate: Kata Ibu Blessy kalo lima menit lagi kalian belom disini (maksudnya sekolah) berkasnya urus sendiri aja)
Perchy: HAAAAAH? IYO DANG IYOOOOO. THANKS CHA.
Singkat cerita, kami semua mulai ketakutan dan panik. Bimbang dan labil. Antara pergi ke sekolah saat itu juga atau nggak. Kemungkinannya cuma ada dua: ke sekolah, dan kena marah sama ibu karena berkasnya pada belum tuntas atau nggak usah pergi ke sekolah, dan mungkin dibunuh sama ibu.

Saking paniknya, semua akhirnya mulai mengambil Coca Cola satu orang satu kaleng untuk diminum (nggak nyambung emang). Dan atas usul Natan, kami berdiri untuk cheers dengan visi "UNTUK KENA MARAH RAME-RAME! CHEEEERSSSSS!"


Pada akhirnya kami tetep ke sekolah untuk ketemu Ibu Blessy. Dimarahin? Tetep. Tapi nggak sesangar yang kami ekspektasikan sih heheh. Kami langsung disuruh siapin semuanya, and it goes like that. Berkas kami akhirnya fix. As the last coaching, kami diberikan beberapa amunisi oleh Kak Emon yang juga pernah ikut Sistel juga tahun kapan tau.

Jeng jeng jeng jengggg... It's the daaaay! Kami disuruh ngumpul di rumah Ibu Blessy jam 4 sore buat sama-sama ke Harvest Camp sebagai tempat kami akan dikarantina selama 4 hari 3 malam. Sepanjang hari karantina kami lewati dengan penuh perjuangan. Tidur tengah malam, bangun subuh. Mandi air dingin. Siap diberi instruksi buat ini itu... Uao itu hari-hari yang berat, bos.

Gerogi tingkat dewa dewi langit bumi pas wawancara karya tulis ;D
My favorite day is the last day. It's the talent night and the night where we will know who are going to represent my city to the province level. Ayeeeee. Malam itu malam yang supadupa seru. I laughed a lot watching the acts of all the candidates. I amazed for every dances, every songs they sang, every poems they said... it's all worth it. Saya juga bersyukur karena bisa menampilkan talent show yang latihannya nggak sampe seminggu dan kata temen-temen, saya sukses. Tuhan Yesus baik :)

I am so thankful to Jesus Christ for His blessings. I got the third place for Sistel and my friend Perchy sang Ketos got the first place for boys category. He is going to represent my school & also my city at the province level. I know he's gonna make it cause I know his power (wkwk sotoy). For the girls category, Feni from SMAKER 2 Binsus got the first place. So Perchy & Feni will fight together. They are both Ketos anyway. Good luck, guys. Break a leg!!



Saya bersyukur bisa punya kesempatan untuk menikmati momen-momen itu. Ada banyak siswa di sekolah saya, dan kami bersepuluh yang terpilih untuk membawa nama baik sekolah :')

A massive thanks to Kak Wulan, Kak Ando, Kak Debora, Kak Putra, Kak Ene untuk coaching-coaching yang unforgettable. Sehebat apapun kami bersepuluh, kalian tetap yang terhebat. I pray for you guys to scream "THANK GOD! SAYA LULUS!" at the announcement day. Good luck for your college. Be the greatest people and create more high quality people. God be with you guys all :)

Dan SELAMAT untuk sembilan partner saya selama ini. Natan, Kevin, Windy, Flandi, Ine, Yessy, Perchy, Afi, Kiven. YOU GUYS ROCK! KEEP IT UP. I LOVE YOU GUYS ALL. Thanks for the unforgettable 1 last week before competition we had together. Heheh.

Modoo Marble lagi, yuk? ;D

4/08/2013

Tips Ngilangin Stres

Wazup!
Sebagai anak SMA atau anak kuliahan yang dilimpahi segudang tugas dan kegiatan kadang bisa bikin gila sampe rambutnya rontok. Ujian-ujian dadakan, PR-PR bertubrukan? Ah... Itu biasa. Saking biasanya sampe bisa bikin orang frustasi. Hehehe...




Tapi keep calm and read more! Saya punya tips-tips buat ngilangin stres (berasa penyiar radio banget dah) hahaha check these out:

1. Take A Deep Sleep 
Seharian dengan segudang kegiatan pasti bikin capek banget. Satu hal yang bisa bantu kamu ngilangin capek dan stres adalah dengan tidur yang suuuuuuuuuupppppperrrrrrrr nyenyak. Tapi inget, usahain besoknya itu kamu nggak ada kegiatan dari pagi. Misalnya hari Sabtu. Kalo udah capek dan otak juga udah berasep nggak usah maksa malam mingguan sampe badan remuk. Mending pulang terus tidur. Kalo sampe rumah udah larut banget, usahain nggak usah melakukan hal lain kayak nonton serial drama Korea sampe subuh atau maenan twitter apalagi telponan sama pacar (pengecualian buat yang jomblo). Tau sendiri kan hal-hal itu memakan energi besar di malam hari. Mending langsung tidur. Percaya deh, pas bangun paginya otak udah lebih seger ;)



Nggak gini juga sih -_-
2. Listen To Music
Ada beberapa cara ngilangin stres dengan dengerin musik.
Cara yang pertama: Pakai earphone, set lagu-lagu yang relax, cari tempat sejuk buat duduk, tutup mata, dan ikuti lagunya. Jangan tiduran atau nutup muka di atas meja ya. Lebih baik duduk dengan muka ngadep atas. Usul tempat untuk melakukan cara ini yang pertama di roof top rumah kamu (kalo punya), atau di balkon lantai atas (jangan di balkon lantai bawah -_-), bisa juga di taman asalkan tamannya memadai, di bawah pohon juga bisa tapi pohonnya dipilih-pilih dulu jangan ke pohon tomat, dan banyak tempat-tempat yang lain. Kalian bisa cari sendiri tempat yang menurut kalian cozy


Cara ke dua: ini lakukan di malam hari sebelum tidur, set lagu-lagu yang relax (tetep) dan sambungkan iPod/handphone/mp3/dll kamu ke speaker, volumenya kecil aja yang penting kamu bisa denger, lampu kamar dimatiin dan nyalain lampu tidur aja yang kecil. Kenapa bukan earphone aja? Kalo pake earphone nanti kamu ketiduran, radiasinya bahaya. Kalo kamu belum ngantuk-ngantuk amat, boleh coba ikut nyanyi 2-3 lagu biar feel-nya dapet. Baru setelah itu tidur.

3. Bershowerlah
Omongannya Arip @Poconggg emang ada benernya sih. "Ketika galau menghampiri, bershowerlah". Terbukti sampe sekarang teori itu masih saya pake dan manjur! Bukan cuma pas galau, tapi pas capek dan stres saya juga sering showeran. Tips saya untuk bershower ini: lebih bagus kalo sore, set air hangat di shower kamu (kalo ada), pasang kerannya sampe mentok biar airnya kenceng, berdiri aja di bawah shower nggak usah banyak gerak biar air yang bawa semua beban kamu hanyut. Kalo kamu nggak punya shower di rumah bisa diakalin dengan nyiapin selang air hehehe.
Saya sering kayak gini nih di rumah kalo kecapean. Apalagi kalo lama showerannya. Beuh...

gambar punya NYUNYU!
Itu aja sih untuk tips ngilangin stres yang pertama. Nanti bakal ditambah lagi.
Selamat mencoba semoga stresnya cepet ilang mwaaah :* 


Pic Source:
http://www.entrepreneur.com/dbimages/article/h1/stressed-out-youre-not-alone.jpg 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwNca7Eahs4ZLhDeCAL4pSdh5pYmb46X2fhPjXlHENfAlHba_5Dy3qd-B_FwP5lrB4_WR80F3ZPds7ThI0ZLJYw85rthrEFyJXbsZAsX26lec9xlsT97sdrrqSvpZKgHmvb_Sc0BcLzlPp/s1600/Stressed+out.jpg
http://www.20minutestodeepsleep.com/sla/images/womansleepingforweb.jpg
http://www.qiinfusions.com/shop/media/wysiwyg/sleep.jpg
http://ak.picdn.net/shutterstock/videos/2309732/preview/stock-footage-peaceful-man-leaning-against-a-tree-while-listening-to-music-in-a-parkland.jpg
http://nyunyu.com/medias/2012/02/tingkat2-galau4.jpg

4/07/2013

April, please!

Time flies, ya?

Nggak kerasa udah April aja padahal kegiatan-kegiatan yang hampir serupa di bulan April tahun lalu kayak baru kemaren. Udah April lagi, kenangan setahun yang lalu muncul lagi deh. April itu salah satu bulan paling menyenangkan apalagi kalo inget tahun lalu. Tapi April juga bulan yang selalu ngingetin saya buat waspada dan jangan sampai mudah jatuh lagi biar siap menghadapi bulan-bulan selanjutnya.

This April is gonna be hard but I enjoyed every complicate yarn of it.

Jadi jadwal saya untuk bulan ini padat sekali. Saya harus full coaching untuk lomba Siswa Teladan yang jatohnya tanggal berapa belum tahu. Dari semua hal yang harus disiapkan so far saya belum bisa capai 75%. Saya masih harus nyiapin hasta karya yang cukup ribet dan latihan talent show. Saya nggak tahu harus nampilin apa. Saya mau nampilin yang beda dari biasanya dan nyentuh budaya tradisional Indonesia juga. Huaaaah. Ada yang punya ide hasta karya dan talent show buat saya? ;)

Saya juga harus fokus buat lomba Cerdas Cermat 4 Pilar nanti tanggal 26. Cerdas cermat = menghafal. Fokus dan konsentrasi. Tapi sejauh ini saya belum bisa fokus karena banyak hal-hal mengganjal yang harus saya luruskan dulu :(

Sebentar lagi kelas 12 ujian nasional. Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, OSIS sekolah saya harus bertugas di sekolah. Ya, ketika anak-anak yang lain menikmati libur mereka, kami harus bangun pagi lebih cepat dari biasanya sepanjang hari Ujian Nasional berlangsung. Siap disuruh guru bikin ini itu. Setelah UN selesai juga belum bisa pulang. Harus beres-beres dulu buat besoknya.

Disamping itu, kewajiban sebagai siswa juga nggak boleh keteteran. Jujur aja ngejalanin kegiatan segini banyaknya, pulang sekolah sore, bikin tugas sampe malam, tidur nggak pernah cukup, itu nggak gampang. Dan ya, SMA itu berat bos! Tapi kalo mau malas-malasan saya suka inget pesan kakak kelas saya sekaligus mantan ketua OSIS sekolah saya, kak Wulan (@wkristlich), waktu ikut LKDS masuk OSIS tahun lalu. Dia bilang: "Sesibuk-sibuknya kalian, harus ingat kewajiban utama kalian sebagai siswa yaitu belajar. Jangan terpaku dengan kegiatan-kegiatan seperti OSIS atau ekskul-ekskul lain tapi pelajaran ketinggalan. Sama aja boong kalo aktif di kegiatan-kegiatan non-akademik tapi nilai jeblok." Mungkin selain harapan Tuhan punya rencana paling indah untuk hidup saya, itu salah satu motivasi saya untuk terus kasih yang terbaik atas apa yang sudah saya mulai.


GREAT POWER COMES WITH A BIG RESPONSIBILITY
Maybe that's what keeps me going :)

4/03/2013

I Will Love You, A Thousand Years

Tadi pulang sekolah nonton Star World dan ada re-run Glee Season 4 episode Naked hehehe. And I watched Marley and Jake sang this song and it's sooooo romantic. I don't know maybe it's because I was in love or something but it's so touching. Every bit of the music embraces me. Every part of the lyric makes me smile. Oh my God :D


The day we met,
Frozen I held my breath
Right from the start
I knew that I'd found a home for my heart...
to fall?
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more...

I'll love you for a thousand more...

3/30/2013

Cowok Juga Punya Hati

Ini malam minggu, ya? Besok Paskah jadi nggak apa-apa kalo nggak keluar dulu. Malam Paskah lebih baik dihabiskan dengan keluarga di rumah kan :))

Kalo kalian gimana? Pada malam mingguan-kah? Atau di kamar aja pantengin twitter sambil pelukan sama guling? Ya, apapun keadaan kalian sekarang syukuri aja. Yang pacaran banyak-banyak berdoa biar langgeng. Yang LDR banyak-banyak berdoa biar cepet ketemu. Yang lagi PDKT banyak-banyak berdoa biar nggak di-PHP-in. Yang jomblo, banyak-banyak berdoa biar nggak khilaf bunuh diri. Hidup itu berat, bos!

Anyway, saya punya cerita nih. Kira-kira 2 tahun yang lalu temen saya yang cukup pendiam dan alim banget ngomong ke saya sama temen-temen yang lain kalo dia udah punya pacar. Kita semua pada kaget. Apalagi setelah denger siapa pacarnya itu. Bukan, temen saya ini bukannya terjerumus ke dalam hal yang enggak-enggak. Pacarnya juga bukan pemabuk atau pemadat bahkan pembunuh. BUKAN! Yang bikin kita kaget disini pacarnya itu nggak diduga banget. Istilahnya out of reach-lah gitu. Tapi temen saya ini emang inner beauty-nya hebat banget sampe bisa memikat cowok itu. For your information, waktu itu kita baru kelas 1 SMA dan cowoknya udah kuliah. Usia mereka terpaut 5 tahunan kalo nggak salah.

Setelah jalan beberapa bulan hubungan mereka emang nggak adem ayem terus. Banyak berantemnya. Banyak kata putus terucap. Tapi mereka sukses loh pacaran sampe setahun. Kalo sampe saat ini udah mau 2 tahun mereka.

Saya tuh seneng banget liat temen saya itu. Waktu denger mereka pacaran saya emang sempet curiga jangan-jangan si cowok cuma mau mainin temen saya itu. Ya secara orangnya itu polos banget. Pacaran juga mungkin baru pertama kalinya buat dia. Tapi ternyata terbukti si cowok itu bener-bener sayang sama temen saya ini. Soalnya dalam kondisi apapun si cowok tetep berusaha untuk nunjukkin kalo dia sayang sama temen saya itu. Dan si cowok itu kayak udah nunjukkin kalo dia itu serius sama temen saya. Habis umurnya juga udah menginjak 20. Kalo udah dapet pacar ya mending coba buat dipertahanin kan daripada putus susah lagi nyari yang pas.

Mulai dari situ sudut pandang saya ngeliat cowok itu jadi berubah. Dia ternyata bener-bener care sama temen saya. Dia juga nggak pernah ngelakuin atau minta yang macem-macem. Temen saya berasa ada yang ngelindunginlah.

Tapi, nggak tahu mungkin temen saya emang moody-an, dia kayak nggak ngerasa kayak dulu lagi. Ibarat lagu tuh, lagunya Rossa yang judulnya Pudar -_-

Temen saya ini bahkan beberapa kali sempet nyari-nyari kesalahannya cowoknya biar bisa diputusin. Mungkin dia bosan. Mungkin juga dia lelah. Atau mungkin dia capek. Entahlah. Tapi tiap kali dia ngomong sama saya, saya selalu berusaha buat bikin dia nggak mutusin cowoknya itu karena saya aja temennya bisa ngerasain gimana sayangnya cowok itu ke dia. Saya selalu bilang mungkin dia bisa ngerasa lebih "free" kalo mutusin cowoknya sekarang. Tapi beberapa minggu atau beberapa bulan setelah mereka putus dan cowoknya nyerah gitu aja, dia pasti bakal ngerasa hampa. Nggak ada yang posesif lagi nyuruh dia nggak boleh gini nggak boleh gitu. Nggak ada yang maksa dia buat makan padahal lagi program diet. Nggak ada yang bisa disuruh jemput kalo pulangnya kemaleman. Nggak ada yang gangguin telinga malem-malem karena telepon. Nggak ada SMS selamat pagi atau selamat malam. Hampa deh pokoknya. Kosong song song.


Saya pernah nulis yang kayak beginian dulu di Ciri-Ciri Orang Yang Nggak Bisa Menghargai Perasaan Pacar. Tapi emang beda sih inti masalahnya hehehe --v

Banyak tuh orang (kalo disekitar saya nih cewek-cewek) yang nggak bisa menghargai perasaan pacarnya sampe sekarang. Kadang pacarnya nggak salah dibikin salah. Giliran pacarnya bener-bener nggak peduli lagi si cewek jadi marah, ujung-ujungnya galau nyalahin si pacar nggak peka atau apalah. Padahal yang salah sebenernya siapa? Si cewek, kan? Kenapa sih harus ngerasa "gue harus jadi yang paling penting. Every second, every minute, every hour of the day". Cowok kalian juga punya hidup, dear.

Pernah denger yang kayak gini?
Cowok : Beb, aku mau nobar ya. Malam ini MU main. Boleh ya?
Cewek : Jam berapa?
Cowok : Setengah 3 pagi beb.
Cewek : Nggak bisa. Nanti kamu tidurnya pagi terus bangunnya siang. Terus nggak ngasih ucapan good morning ke aku. Nggak mau. Nggak boleh.
Cowok : Tapi beb... Selesai nobar kan masih subuh. Aku bisa ngasih ucapan good morning ke kamu. Lebih awal malah. Ya, kan? Boleh ya?
Cewek : Kalo aku bilang nggak boleh ya nggak boleh.
Cowok : Tapi, beb...
Cewek : Pilih nobar... APA AKU?
Cowok : Iya beb. Nggak usah nobar. Iya. Oke.

Meskipun kamu tahu cowok kamu sayang banget sama kamu dan udah nggak mungkin berpaling ke cewek lain, bukan berarti kamu seenak jidat memperlakukan dia. Kamu nggak bisa ngomong "Bosen ah, tinggal tunggu kesalahannya terus putusin". Itu egois namanya. Bukan cuma cewek loh yang butuh perhatian. Cowok juga. Cowok juga punya hati. Cowok emang bisa kelihatan kuat dan tahan banting. Tapi kalo disakitin terus, ya lecetlah. Lama-lama retak hatinya. Bahaya loh kalo cowok patah hati.

So, gimana biar nggak jadi cewek egois?

1. Inget pengorbanan dia. Kalo cowok bikin sebuah kesalahan kecil, coba deh omongin baik-baik. Jangan cepet-cepet ngambil keputusan buat mutusin. Ingat apa yang udah dia lakukan buat kamu. Pengorbanan dia. Coba bayangkan gimana sia-sianya semua hal yang udah dia lakukan buat kamu kalo akhirnya dia diputusin cuma karena hal sepele yang nggak penting.

2. Sekali-sekali jadi pahlawan buat dia. Nggak usah jadi pahlawan dengan jemput dia kalo lagi kemana-mana sih. Maksudnya kalo biasanya cowok kamu yang suka ngirimin SMS duluan, coba sekarang kamu duluan ngirim SMS kalo misalnya dia belum SMS. Atau kalo kamu tahu dia belum makan, coba deh suruh makan dulu atau aja makan bareng. Jangan maunya kamu terus yang diingetin makan.

3. Percaya. Apalah arti pacaran kalo cuma kata-kata doang? Apalah arti pacaran kalo cuma telponan doang? Apalah arti pacaran kalo cuma pamer-pamer di twitter doang? Apalah arti pacaran kalo cuma buat nemenin kalo lagi kesepian? Mending nggak usah pacaran kalo kayak gitu. Every relationships need trust. Kalo kalian saling percaya, yakin deh nggak ada yang bakal selingkuh. Karena kalian saling tahu bahwa di sana pacar kalian setia.

4. Berdoa. Kalian nggak bakal bisa jalan berdua doang. Yang mempertemukan kalian itu Tuhan. Yang berkehendak kalian pacaran itu Tuhan. Jadi semuanya ada di tangan Tuhan. Berdoa biar semuanya aman-aman aja. Biar dia nggak bakal ngelirik cewek lain. Supaya kamu juga nggak perlu repot-repot khawatir. Karena kamu percaya sama dia, dan menyerahkan semuanya sama Tuhan.

Kalo kalian ngerasa udah nemuin someone who deserves you, perlakukan dia selayaknya dia layak mendapatkan kamu. Don't waste a diamond, girls. Love them truly deeply from your heart.


3/28/2013

Opa Lius & Oma Corry's Legacy

Their smile, their stories, their jokes, their laughter, always make my day.





Itu adik saya satu-satunya. Namanya Septian. Orangnya emang gaya banget. But guess how old he is? He's only 13! Dia baru kelas 1 SMP. Tapi gayanya beuuhhh... Temen-temen saya aja pada ngirain dia udah kelas 1 SMA. Tapi dia eksis loh. Disamping kesibukannya main Point Blank tiap malem dan bikin mama marah-marah karena males banget belajar, dia pernah juara renang dan dapet medali emas. Terus dia juga hobi diving. Dia juga ikut Marching Band sekolahnya di bagian perkusi. Katanya siiih selalu dipuji pelatihnya karena cepet nangkep. Katanya. Dan untuk menutupi kemalasannya belajar, dia ikutan ekskul tarian Maengket di sekolah biar Papa sama Mama sedikit luluh hatinya -_-



Sepupu saya yang paling... paling... paling... entahlah. Namanya Schwarz. Terinspirasi dari nama penginjil di Minahasa yang bernama Riedel dan Schwarz, akhirnya nyokap bokapnya namain kakaknya yang sekarang udah nikah Fridel dan yang ada di foto itu Schwarz. Kalo dalam bahasa Jerman sih Schwarz artinya warna hitam -_-




Yang cantik itu namanya Laviola. Biasa dipanggil Viola. Atau Yola. Atau Yoya'. Atau Oya'. Dulu anaknya itu gendut seriusan. Kalo liat fotonya yang sekarang emang nggak bakal percaya. Tapi...


Tuh kan? Tapi coba liat yang ini...

Kalah saya sih -_-
Selain Laviola, ada juga 2 adeknya. Jonathan dan Emily. Jonathan itu sering dipanggil Natan. Sering juga Atan. Atau Atun. Atau apa aja boleh. Dia nggak bakal protes. Orangnya.... rrrr... Kalo bukan sodara dan udah gede saya pacarin deh -_-

Si Emily ini anaknya masih kecil. Masih kelas 3 SD. Dari nama Emily itu orang-orang pada manggil "IN". Berawal dari baby sitter-nya dulu yang nggak mau manggil panjang-panjang, muncullah "IN" sebagai nama panggilan. Tiga kakak-beradik ini emang pada unyu-unyu. Sampe nama panggilannya juga unyu-unyu. Oya-Atan-In.

Bandel pangkat 1000

Itu foto Emily waktu belum sekolah.

Foto saya, Emily, sama Viola jaman kapan tau -_-
Viola sama Emily
Viola sama Natan. Udah lama itu foto si Natan masih bulet.
Viola sama Natan jaman sekarang. Udah keren tuh si Natan hihihi
Atan-In-Oya
See? They're so cute. Dulu saya yang suka ngajar-ngajarin mereka. Nemenin mereka nyebrang jalan. Bego-begoin mereka kalo saya lagi sibuk sendiri. Marah-marahin kalo mereka usil. Sering bandel main sepeda di jalan padahal Oma nggak ngizinin... Sekarang, mereka yang sering ngajarin saya beberapa hal yang saya nggak tau. Saya bisa nyuruh adik saya si Tian nganterin pake motor kalo saya capek...

I don't know how life could be when we grow older. But they're still the best little cuties. Opa Lius and Oma Corry's legacy.