Mengetahui acaranya bakal sampe jam 5 sore, makin banyak yang protes dan makin nggak setuju. Tapi tetep aja semuanya pada masuk dan duduk.
nb: this post is gonna be talking a lot about Christian and our beliefs. If you're non-Christian, it's up to you to stay reading or leave. This is only some share about my activity nothing more. So I guess it's okay for any of you guys to read ^-^
Judul acaranya itu Raising The Standard Movement. Ini adalah sebuah acara penyegaran iman untuk siswa-siswi Kristen di kota saya, kota Tomohon hehehe. Ketika acaranya mulai, saya ikutan aja. Membawa diri dan berusaha mengikuti dengan sepenuh hati. Karena ini acaranya menghadap Tuhan, kayak ibadah persekutuan di gereja, jadi nggak boleh main-main pastinya.
![]() |
| God is the centre |
Acara ini ada 3 sesi. Sesi pertama judulnya Hati Bapa. Kedua Gambar Diri. Ketiga Kesucian.
Sesi Pertama - Hati Bapa
Di sesi ini, kita dikasih tau kalo cara iblis merusak dan meruntuhkan iman kita adalah dengan merusak gambaran ayah kita di mata kita. Jadi, Bapa yang di surga menggambarkan dirinya sebagai orang yang dekat dengan kita untuk menyalurkan kasihNya, yaitu ayah kita yang ada di dunia. Iblis yang tidak suka kita tau dan merasakan kasih Bapa yang di surga mencari cara untuk mencegah kita dari menikmati kasih Bapa yang di surga. Jadi, iblis menggunakan ayah-ayah di dunia untuk merusak "image" Bapa. Kayak ada ayah-ayah yang kasar, cuek, suka mabok, suka main perempuan, terlalu keras, dll. Jadinya nanti bakal ada banyak anak yang berpikir bahwa Tuhan kita yang di surga juga kayak gitu. Alhasil banyak yang nggak menganggap Tuhan, banyak yang sukses termakan rayuan iblis.
Di sesi ini, kita dikasih tau kalo cara iblis merusak dan meruntuhkan iman kita adalah dengan merusak gambaran ayah kita di mata kita. Jadi, Bapa yang di surga menggambarkan dirinya sebagai orang yang dekat dengan kita untuk menyalurkan kasihNya, yaitu ayah kita yang ada di dunia. Iblis yang tidak suka kita tau dan merasakan kasih Bapa yang di surga mencari cara untuk mencegah kita dari menikmati kasih Bapa yang di surga. Jadi, iblis menggunakan ayah-ayah di dunia untuk merusak "image" Bapa. Kayak ada ayah-ayah yang kasar, cuek, suka mabok, suka main perempuan, terlalu keras, dll. Jadinya nanti bakal ada banyak anak yang berpikir bahwa Tuhan kita yang di surga juga kayak gitu. Alhasil banyak yang nggak menganggap Tuhan, banyak yang sukses termakan rayuan iblis.
Di sesi ini tuh kita dibuka matanya. Kalo misalnya ayah kita pernah melakukan hal yang menyakiti hati kita, kita diminta untuk memaafkan dan menerima ayah kita dengan tulus. Setulus kita menerima Tuhan untuk menjamah hidup kita dan memulihkan kita. Nggak cuma ayah, kalo ibu kita juga ada yang pernah kayak gitu, kita juga diminta untuk memaafkan mereka. Bahkan kalo kita punya salah sama orang tua kita, kita juga diminta untuk meminta maaf. Mereka adalah orang-orang yang dititipkan Tuhan untuk menjaga kita sejak kita pertama kali menghirup oksigen. Jadi sampai kita mati, mereka adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Meski kita marah bahkan benci sama mereka (bahkan narasumbernya bersaksi dia pernah ingin sekali membunuh ayahnya), buka mata kita, maafkan mereka, dan cintai mereka. Lakukan sekarang. Karena penyesalan selalu datang di akhir.
Sesi Kedua - Gambar Diri
Pernah ada yang bilang kamu jelek? Atau bodoh? Atau miskin? Atau kampungan? Atau apapun itu yang menyakiti hati kamu? Apa kamu pernah percaya dengan apa yang orang nilai terhadap kamu? Dan apa kamu pernah hidup di bawah bayang-bayang penilaian orang-orang itu? Saya pernah.
Yang kita tidak tau, apabila ada orang yang menilai kita jelek atau bodoh dan kita percaya, maka kita akan selalu hidup di bawah penilaian itu tanpa kita sadari. Walaupun sebenarnya, tidak ada orang yang jelek atau bodoh atau apapun itu di dunia ini. Itu kita yang berasumsi. Dan kita salah besar. Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa denganNya. Apabila kita mengatakan orang lain jelek, secara tidak langsung kita mengatakan Pencipta kita itu jelek, bukan?
Guys, yang menciptakan kita itu Tuhan. Bukan teman sekelas kita atau guru kita atau orang tua kita. Jadi yang berHAK menilai kita adalah TUHAN. Bukan orang lain. Tuhan yang tau seluk beluk hidup kita. Tuhan tau diri kita lebih dalam dari apa yang kita tau.
Jadi, sekasar apapun, semenyakitkan apapun, penilaian orang tentang kita, jangan ambil pusing. Kita memang tidak akan pernah bisa menolak untuk mendengar penilaian orang, tapi sekali lagi hanya Tuhan yang berhak menilai kita. Untuk hal itu, kita juga diajak untuk memaafkan siapa saja yang pernah menyakiti kita dengan memberikan penilaian yang tidak seharusnya mereka berikan. Ucapkan nama orang-orang yang pernah menghina, mengejek, mem-bully kamu, dan dalam nama Tuhan Yesus katakan bahwa kamu mengampuni mereka. Bila kita sadar kita pernah menilai orang lain, pikirkan apabila kita berada di posisi orang yang kita nilai. Pikirkan betapa tidak pantasnya kita diperlakukan seperti itu. Pikirkan, sadari, mintalah maaf, dan maafkan dirimu.
We can't judge people by seeing their outside. God creates us, and it means God is the One who has the right to judge us. That's the point.
Sesi Ketiga - Kesucian
Ini bicara seks, narkoba, musik, dan... idola.
Saya disadarkan tentang banyak hal disini. Betapa banyaknya siswi yang kehilangan keperawanan di usia yang masih sangat muda, betapa banyaknya siswa-siswi yang menonton, membaca, melihat, bahkan menjadi pelaku pornografi, betapa banyaknya pelajar yang menjadi korban HIV/AIDS, betapa banyaknya pelajar meninggal akibat pergaulan yang salah. Narkoba, seks bebas, tawuran. Sebagai remaja Kristen? Inikah yang menjadi cerminan diri kita?
Apa kita pernah berpikir bagaimana sakitnya hati Tuhan ketika melihat ciptaanNya berpaling dari padaNya?
Musik, idola. Hollywood? Korean Star? Nggak asing lagi, kan? Michael Jackson? Lady Gaga? BEAST? G Dragon? Hyun Ah? Lebih nggak asing lagi, kan?
Children of God, saya nggak mau ngomong banyak tentang ini. Mungkin kalian bisa langsung cari tau berita-berita tentang ini di berbagai media. Tapi rumor bahwa mereka itu pengikut ajaran aliran sesat, illuminati, semakin kuat. Mungkin banyak yang menolak dan nggak percaya. Itu semua tergantung diri kita sendiri. Sekedar mendengar lagu mereka mungkin nggak masalah. But don't be too fanatic. Iblis mencoba merobohkan iman kita dari hal-hal itu tanpa kita sadari.
Jadi, tujuannya?
Hiduplah dalam pergaulan yang baik. Yang benar. Gunakan masa mudamu untuk hal-hal positif. Jaga keperawananmu untuk suamimu yang sah, pada waktu yang tepat. Jaga dirimu dari mati muda karena narkoba, penyakit menular seksual, atau tawuran. Jadi remaja yang mencerminkan bagaimana itu remaja Kristen. Jangan menangis karena mengetahui idola kita penyembah setan. Tapi menangis karena kalian pernah mengidolakan seorang penyembah setan. Dan bersyukur karena kalian diberi jalan dan penerangan untuk kembali pada Tuhan.
Tuhan itu sayang sama kita semua. Waktu ada malaikat yang bersalah, nggak tanggung-tanggung Tuhan menghukum malaikat itu dan mengutuknya serta mengasingkannya di bumi. Tapi kita, manusia? Kita ciptaan Tuhan yang paling mulia. Ketika kita berpaling dari padaNya, Tuhan Yesus menangis. Tuhan Yesus mencari kita. Tuhan Yesus coba angkat kita untuk kembali padaNya. Karena kita mulia. Kita ciptaanNya, dan Tuhan Yesus tidak membiarkan ciptaanNya tersesat.
![]() |
| Forgiving |
Hari itu saya merasa sangat sungguh diberkati. Saya mengampuni dan minta ampun. Saya sadar bahwa saya adalah saya, dan dengan segala kelebihan dan kekurangan saya, saya akan mengubah dunia menjadi dunia yang lebih baik, dunia yang takut akan Tuhan. Hari itu sahabat saya benar-benar mengeluarkan akar pahit yang selama ini dia pendam dalam dirinya dan bersaksi untuk saya dan teman-teman yang lain. Hari itu terjadi pengampunan dan kasih luar biasa. Hari itu anak-anak SMP berlari ke panggung dan memeluk teman mereka sambil meminta maaf dan menangis. Hari itu saya naik ke panggung dan didoakan untuk sakit yang saya derita. Hari itu saya benar-benar dipulihkan.
Terima kasih Raising The Standard.
TO GOD BE THE GLORY!
pic source:
Twitter tim @RTSManado





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Comments